Article Index

 

2023

 

1. Webinar berjudul “Gerakan Perubahan Iklim di Indonesia: Apakah Penyandang Disabilitas Sudah Dilibatkan Sepenuhnya?”

 

Webinar dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2023, pukul 13.12 WIB sampai 16.09 WIB, dengan dihadiri oleh 97 peserta.

Narasumber dalam webinar ini adalah:

• Agus Rusly, S.Pi, M.Si: Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
• Nia Endah Kurniawati: Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup, Kementerian Keuangan
• Kadarsah, M.Si.: Koordinator Bidang Analisis Perubahan Iklim, Pusat Informasi Perubahan Iklim, Deputi Bidang Klimatologi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
• Abdul Ghofar: Wahana Lingkungan Hidup Indonesia
• Maria Yasinda Dahu Atok: Penyandang Disabilitas, Penyintas Perubahan Iklim dari NTT, Perkumpulan Disabilitas Malaka

Tujuan webinar adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan informasi dasar kepada penyandang disabilitas tentang perubahan iklim dan dampaknya terhadap kehidupan mereka.
  2. Meningkatkan pemahaman tentang perlunya organisasi dan komunitas penyandang disabilitas di Indonesia untuk terlibat dalam gerakan perubahan iklim.

Kesimpulan dan rencana tindak lanjut dari webinar adalah sebagai berikut:

• Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terbuka untuk komunikasi lebih lanjut sesuai dengan sesi negosiasi yang akan mereka ikuti. KLHK akan berupaya menyederhanakan istilah agar isu perubahan iklim dapat lebih mudah dipahami oleh penyandang disabilitas dan masyarakat umum.

• Perubahan iklim itu nyata, dan dampaknya memengaruhi setiap sektor. Fokusnya harus pada bagaimana kita dapat beradaptasi dan melakukan mitigasi untuk meminimalkan dampak tersebut. Sangat penting untuk melibatkan seluruh sektor masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Mengingat mereka termasuk kelompok yang paling rentan terhadap perubahan iklim, pemerintah harus mendengarkan dan memasukkan informasi terkait disabilitas ke dalam kebijakan mitigasi perubahan iklim, dengan memastikan partisipasi dalam upaya adaptasi maupun mitigasi.

• WALHI mengakui merasa dikritik, dengan menyadari bahwa organisasinya selama ini terlalu berfokus pada isu lingkungan tanpa melibatkan jaringan lain. WALHI belajar dari forum ini dan akan berupaya membangun jaringan lintas isu dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkaya perspektif. WALHI juga akan mengadakan diskusi dan bekerja sama dengan Perhimpunan Jiwa Sehat untuk memperdalam pemahaman mereka tentang perubahan iklim bersama organisasi lain.

• Penting untuk memastikan bahwa penyandang disabilitas menjadi agen aktif atau aset dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Upaya harus difokuskan pada penghapusan stigma yang melabeli mereka sebagai kelompok rentan.

• Pendekatan “Kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial” atau Gender Equality and Social Inclusion (GESI) harus diterapkan. Perubahan iklim harus dipandang sebagai isu yang berdampak secara berbeda, dengan data yang terpilah. Kita perlu melihat bagaimana perubahan iklim meningkatkan kesulitan penyandang disabilitas dalam mengakses layanan dasar. Kolaborasi adalah kunci untuk bersama-sama menangani perubahan iklim.

• Pertemuan kita hari ini belum cukup, banyak istilah yang masih belum familiar, dan slide berjalan terlalu cepat. Perlu ada diskusi lanjutan mengenai topik-topik yang lebih rinci, dan serangkaian pertemuan serupa perlu diadakan di masa depan.

• Ke depan, Organisasi Penyandang Disabilitas atau Disabled Persons’ Organizations (DPOs) dapat bekerja sama dengan organisasi lingkungan dan pemerintah untuk mencegah perubahan iklim

 

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp
Copy Link
Don't have an account yet? Register Now!

Sign in to your account