Perjalanan Hidup

 Hariku terasa kelam aku seperti lelah dengan mood swing ini, emosiku begitu curam aku bisa bahagia yang sangat dahsyat lalu jatuh dengan emosi yang begitu menyedihkan hingga membuat pekerjaanku terganggu. Aku begitu putus asa hingga aku ingin mengakhiri hidupku.

Aku coba mengakhiri hidupku 2 kali pertama aku meminum obat pereda sakit kepala dalam jumlah yang banyak beserta minuman sprite tapi apa daya hal itu pun gagal dalam bunuh diri Kemudian aku ingin menusuk diri dengan pisau tapi aku lepaskan karena aku ketakutan.

Akupun pergi ke psikiater setelah itu aku di diagnosa bipolar setelah menjalani berbagai rangkaian test. Aku pun menceritakan keadaanku kepada sepupuku kemudian dia bilang bipolar aku aib hal itu membuatku membencinya.

Bahkan ada orang yang bekerja di rumahku dia menganggap aku tidak mampu untuk minum obat sendiri sehingga aku harus perlu menggunakan jasa suster untuk mengingatkan aku minum obat.

Hal yang tidak bisa aku terima adalah tanteku menganggap bipolar aku penyakit yang berbahaya dengan menggunakan kutipan hadis sebagai tameng.

Aku juga kehilangan pekerjaan karena menyertakan surat keterangan sakit dari psikiater.

Lily Puspitasari

27 Maret 2020