Karya Tulis

Aku datang lagi

Aku datang lagi

Aku datang lagi
Dengan segala kelemahan dalam jiwaku
Dengan segala asa terlabuh dipundak ku

Ku tahu keraguan itu memasungku
Membisikkan disetiap relung kesadaranku
Dan alfaku.., telah membuatku lupa dimana aku harus bejalan
Tak ada daya
Tak ada upaya
Melainkan hanya kebesaranmu

Aku datang lagi
Demi segenap jiwa dan ragaku
Ku tahu keraguan itu terus memasungku
Mengiringi air mata ketidak berdayaan ku
Asaku.., menuntunku tuk menemukan terangnya dirimu
Menuntunku mewujudkan labuhanku
Tak ada daya.., dan
Tak ada upaya.
Dalam diriku

 



Written
By
Mung

Aku tak mau disini

Aku tak mau disini

Matanya nanar berputar keseluruh ruangan
Gelap..., dan sesekali terdengar suara tertawa.
Tak ada bedanya dengan suara samar yg didengarnya.
Bergema..., dan membangkitkan seluruh kuduk ditengkuknya.

Aku disini lagi, pikirnya.
Seperti biasa, bermandikan peluh dan air mata.
Aku disini lagi, desahnya.
Tak ada teman yg menemani, menghibur.., bahkan berbagi cerita.
Sementar disana, sejumlah kata tak bermakna siap menyapanya.

Matanya nanar melihat dirinya didalam sunyi.
Remang.., dengan tirai dengan sinar dicelah.
Aku tak mau disini, gumamnya
Seraya berdiri dengan kaki tertekuk gemetar.
                              

 

Written by mung

Perjalanan Hidup

 

 

 

 

 

Perjalanan Hidup

 Hariku terasa kelam aku seperti lelah dengan mood swing ini, emosiku begitu curam aku bisa bahagia yang sangat dahsyat lalu jatuh dengan emosi yang begitu menyedihkan hingga membuat pekerjaanku terganggu. Aku begitu putus asa hingga aku ingin mengakhiri hidupku.

Aku coba mengakhiri hidupku 2 kali pertama aku meminum obat pereda sakit kepala dalam jumlah yang banyak beserta minuman sprite tapi apa daya hal itu pun gagal dalam bunuh diri Kemudian aku ingin menusuk diri dengan pisau tapi aku lepaskan karena aku ketakutan.

Akupun pergi ke psikiater setelah itu aku di diagnosa bipolar setelah menjalani berbagai rangkaian test. Aku pun menceritakan keadaanku kepada sepupuku kemudian dia bilang bipolar aku aib hal itu membuatku membencinya.

Bahkan ada orang yang bekerja di rumahku dia menganggap aku tidak mampu untuk minum obat sendiri sehingga aku harus perlu menggunakan jasa suster untuk mengingatkan aku minum obat.

Hal yang tidak bisa aku terima adalah tanteku menganggap bipolar aku penyakit yang berbahaya dengan menggunakan kutipan hadis sebagai tameng.

Aku juga kehilangan pekerjaan karena menyertakan surat keterangan sakit dari psikiater.

Lily Puspitasari

27 Maret 2020